Upilachyne's Blog

Blog Kalang Kabut

small trip by accident (part II- Madakaripura)

leave a comment »


Tak banyak yang bisa diceritakan di sini sebetulnya. Rombongan wes kelelahan, Baterai hape yang sekarat… serta muka yang sudah buluk kena debu pasir Bromo.

Matahari hampir setengah jalan menyinari hari saat rombongan tiba di Madakaripura. Rutenya sederhana, hanya jalan beraspal tipis yang  meliuk-liuk di tengah hutan. Sesekali melewati perkampungan yang tersebar di sepanjang jalan menuju tempat wisata.

Begitu masuk tempat wisata. Hal pertama yang aku perhatikan adalah patung besar yang berada di ujung tempat parkir.

Gajahmada

Konon, menurut cerita mereka yang asli penduduk situ, madakaripura adalah tempat pertapaan patih Gajahmada. Tapi sebetulnya tanpa legenda tersebut pun, aku salut akan keindahan tempat ini. Beberapa kali menelusuri tempat wisata yang berlabel “air terjun” menurutku, madakaripura merupakan tempat yang cukup indah. Keramahan para pedagang, tukang parkir, menambah lengkap suasana.

Bromo dan madakaripura merupakan dua lokasi yang betolak belakang di bidang suhunya. Setelah kedinginan menunggu matahari bromo, kepanasan pulang dari kawah, sekarang rombongan dihajar dingin ‘lembab’ area Madakaripura. Mata yang dari pagi melihat warna coklat abu-abu padang pasir kembali segar dengan hijau daun dan gemericik air sungai yang menuntut menuju lokasi wisata.

Yang menarik dari perjalanan ke tempat air terjun dari tempat parkir adalah para pengunjung harus melewati jalan setapak yang “zig-zag” melewati sungai. Dijamin, mereka yang berkunjung pake sepatu mau tak mau terpaksa ‘nyeker’ atau paling tidak membeli sandal jepit dari para penjual yang berada di sekitar lokasi parkir. Cukup menyenangkan, setelah bergulat dengan debu dan panas di bromo, rombongan diguyur percikan air terjun yang lembut turun tertiup angin.

Aku dewe gak ikut berbasah ria. Aku lebih memilih duduk menikmati secangkir kopi di warung yang berjajar di sepanjang jalan setapak. Harganya standar kok, tidak mencekik seperti kebanyakan warung yang berada di lokasi wisata. Cukuplah bergelimang percikan air, tak perlu sampai mandi diguyur.

Perjalanan yang melelahkan. Sekaligus menyenangkan. Alkisah yang jadi tertawaan saat rombongan pulang, ternyata salah satu peserta ada yang (karna capeknya) tertidur sambil nyetir sepeda!!!

Cukup ekstrim untuk ditiru. Jangan coba-coba! gak sampe rumah, sampe kuburan iyo!

Written by upilachyne

18/10/2014 at 1:18 pm

Ditulis dalam Uncategorized

small trip by accident

leave a comment »


17 agustus 2014
Aku. g planning sebelumnya akan berlibur ke daerah Probolinggo. Kalau kalian dengar kata Probolinggo, jelas pikiran pasti melayang ke tempat wisata bernama ‘gunung bromo’. Yup! benar sekali, aku memang pergi ke Gunung Bromo. Tanpa persiapan berarti. Cuman sepasang sarung tangan ‘nitip’ dibelikan temen. Sejak berakhirnya hubungan dengan mantan, aku emang sering cari suasana baru, teman-teman baru, kesibukan baru yang notabene akhirnya jadi sok sibuk. Memang semuanya cukup menghibur dan mulai memudarkan luka (sori jadi curhat).
Alkisah…. aku di BBM  sama temen ngajak ke bromo beberapa hari sebelumnya, mengingat ada temen kost yang juga ngajak ke Bromo, aku tolak mentah-mateng…
Tapi… hari Kamis, gak tau tanggalnya, dia ngajak secara langsung di tempat kerja. Alasan pertama yang keluar ya.. ‘sori,  …. gak ada gandengan, gak enak . ‘ Alasan yang aku pikir pasti diterima tanpa terluka (mengingat dia sering tak ajak dolan. sekarang diajak balik, kok malah nolak… kan gak enak…).
Ups… alasanku kurang tepat, soale yang nawarin langsung ‘woro-woro’ sama temen kerja yang ada di sekitar. Dan… dapet deh temen…
Nego dikit, sepakat berangkat ma dia. Tapi… Jumat malam yang rencananya berangkat ma aku batalkan keberangkatan. Itu memaksa aku ubah planning liburan week end, planning urus job yang terbengkelai muncul. . . dan sejak pulang kerja Jumat sore, aku bergelut dengan job yang sudah aku susun rapi.
Tapi sabtu siang, yang tadi batalkan rencana update status BBM kalo pengen ke Bromo. Lagi buntu sama job ku, iseng tak tawarin berangkat ma aku, dan… Ya wes, siap berangkat (padahal aku gak ada persiapan sama sekali gara2 job yang sudah tak susun).
Tak hubungi temen lain yang pengen ikut juga. Mereka deal, aku atur formasi sepeda motor dan tinggal tunggu tanggal tayang saja…
TAPIIIIIII!!!
Ternyata dia batalin lagi keberangkatan karna emang gak bisa berangkat (ku maklumi itu). so… bongkar lagi rencana sampe temen yang lain muncul dan membuatku memutuskan berangkat.
Mbulet ya? aku juga bingung…
he he he… gak papa, skip saja sampai keberangkatan di Alinea bawah-bawah…
Singkatnya, jam 11 aku baru siap2, padahal jam 12 malam sudah berangkat!  Dengan pengetahuan seadanya tentang touring (aku emang gak pernah ikut acara ginian), grup berisi 9 sepeda motor meluncur menuju Probolinggo.
Jujur saja, sejak awal kumpul sama kelompok ini aku asing… cuman beberapa yang aku kenal, plus minim juga pengalaman perjalanan luar kota dengan bersepeda motor, nambah aku canggung.
Tak banyak kisah menarik yang perlu diceritakan selama perjalanan. Cuman ban bocor salah satu anggota, nyaris kehabisan bensin, dinginnya wilayah bromo, kehilangan tas ransel, bekunya tangan…
lho, banyak ya? Aku males cerita panjang lebar, soalnya emang gak ada istimewanya untuk disimak.
Tiba di pintu masuk menuju laut pasir, rombongan membeli tiket @50rb (harga hari libur, kan tepat tanggal 17 agt). Ajaibnya, ntah korting atau gimana, 9 sepeda yg terdaftar cuman dihitung 400rb. Dengan kata lain 1 sepeda gratis masuk. Otomatis, uang sisa disimpen untuk kelak keperluan lain.

Perlu diceritakan, bagi yang belum pernah ke bromo, pintu masuk ke gunung bromo sendiri berada di tepian laut pasir yang mengurung kawah bromo. Sedangkan puncak atraksi wisata ini berada di tengah lautan pasir. Kawah bromo yang bersanding dengan gunung batok.
Jalan menuju laut pasir dibatasi tikungan tajam menurun yang berpasir. ‘mulut’ laut ini biasa digunakan mereka yang kemping untuk memasang tenda. Para pemburu matahari pagi bromo yang terkenal bela-belain nginep agar subuh bisa mendaki.
Sayang, kabut ternyata turun di laut pasir. Rombongan terpaksa kehilangan view yang tak ternilai! Gak berani nekat turun, rombongan cuman bisa gosok2 tangan kedinginan di pinggir laut pasir. Bakar2 apa yang bisa dibakar, kertas bungkus nasi, tiket, rumput kering, kayu ranting…

Ha ha ha… mamel, gak terlalu besar apinya, asap seng akeh… tpi lumayan..ilusi hangat sementara nunggu kabut hilang.
Sinar matahari mulai memudarkan kabut, menampakkan tugu-tugu yang berbaris rapi menjadi pemandu bagi mereka yang melintasi padang pasir. Beberapa sudah rubuh, beberapa lagi malah sudah hilang ditelan cuaca. Tapi cukuplah… Meskipun gak sepenuhnya dapat dijadikan penuntun (soalnya jalan pasir, susah dilewati sepeda motor, banyak yg lewat pinggiran cari pasir yang padat), tapi cukup menjadi patokan ke arah jembatan. Sebenarnya jembatan di sini berfungsi hanya menjembatani padang pasir pinggiran dengan padang pasir yang ada di tengah. Sebetulnya ceruk yang memisahkan tidak terlalu dalam. hanya sekitar satu meter, tapi ceruk ini menjadi cukup dalam kalau yang melintas di atasnya adalah sepeda motor atau mobil.

Sebetulnya selain sepeda motor, kendaraan alternatif untuk melewati lautan pasir di gunung ini adalah kuda dan mobil jip, namun untuk wisatawan lokal, harga yang dipatok untuk naik kendaraan itu cukup mahal. Untuk jip sendiri kira-kira sampai 700 ribu rupiah. Harga yang cukup menguras kantong. Untungnya rombongan menggunakan sepeda motor. Yang meskipun terseok-seok melewati pasir, tapi cukup cepat dibandingkan dengan berjalan kaki.

Sebetulnya ada beberapa obyek wisata di dalam lingkungan bromo. Cuman yang pasti sudah terkenal di kalangan wisatawan lokal maupun manca tentu kawahnya itu sendiri. Selain upacara kasodo yang apesnya saat rombongan tiba tidak diadakan, ternyata ada juga pemandangan dari daerah “penanjakan” menjadi atraksi istimewa lain yang kurang di ekspos.

Menurut penulis pribadi, perjuangan mendaki lereng kawah tetep kalah asik dengan pemandangan dari laut pasir itu sendiri. Background bukit yang memutar di sekeliling terasa sejuk, apalagi saat matahari masih tidak terlalu panas. Warna biru langit yang tertangkap kamera jauh lebih mengasikkan dari sekedar kepulan asap putih dari sebuah lubang yang disebut kawah. Gak keren blas. Ditambah lagi aroma alami dari (bukan belerang) kotoran kuda di sepanjang jalan menuju puncak kawah yang berdebu membuat enggan untuk naik kalau lain kali ke sini lagi (DIJAMIN).

Tapi entah kurang lengkap rasanya kalau tidak naik ke kawah. Setelah parkir motor di tempat yang disediakan (karcis 5ribu), foto-foto sama kawan-kawan, lirak-lirik cewek yang bertebaran, perjalanan naik ke kawah tetap dijalankan. Tapi… enggan melewati tangga yang telah disediakan (dengan alasan antrinya WOW!!), rombongan lebih memilih jalur alternatif tanpa tangga. Cukup menantang, dan tentu melelahkan…. Tapi justu di sinilah pemandangan terbaik didapat.

Seperti yang diceritakan di awal, hanya lubang berasap yang dapat dinikmati di puncak. Tapi kelelahan cukup terbayar dengan pemandangan ke arah bawah. Lautan pasir yang menghampar, padang rumput kering di ujung utara, tebaran acak pohon yang mencoba hidup di tengah terik matahari menambah keren pemandangan. Di bawah dapat dilihat warna-warni baju para pendaki yang berjejalan naik ke atas, mobil jip yang berjajar menunggu penumpang, kuda yang merangkak naik, lengkap.

Berbeda dengan waktu naik, rasanya jalan turun jauh lebih mudah kalau lewat tangga. Selain karna hari masih cukup pagi, arus wisatawan yang turun dari kawah justru sedikit. Hal ini yang membuat rombongan memutuskan untuk turun lewat tangga. Meskipun sedikit pelan, tapi sampai juga ke bawah. Its end… Bromo, we leave…

Perjalanan tidak berakhir sampai di sini… nanti akan ada cerita lagi. Kami mampir ke Madakaripura

Written by upilachyne

19/08/2014 at 3:03 pm

Ditulis dalam trip

refleksi: bukan pijat badan, tapi hati

leave a comment »


Apa yang pertama kali yang kamu lakukan saat kamu sadar, kamu telah tertipu. Kaget, setengah gak percaya, dan yang lebih menyakitkan dari itu adalah MALU. Perasaan malu itu yang membuat kita melakukan hal-hal yang �aneh� untuk mengangkat kembali harga diri kita dari lembah sebutan �orang goblog�. Dan hal seperti itu terjadi pada� Ibu X.
Lama gak nulis di blog. Dan ternyata bikin kaku jari buat ngetik. Kesibukan sebagai orang yang sukses jadi �buruh� di sebuah pabrik, perbandingan yang tipis antara rentang waktu kerja dan rentang waktu tidur (plus kencan tentunya) membuat ku males ngapa-ngapain, termasuk nulis. Mata udah lelah lihat garapan di pabrik, udah gak kuat lagi lama-lama liat monitor nyala, maklum umur�
ASTAGA!! Umur ya? Aku sudah 29, hampir kepala tiga dan belum ada barang sedikit tanda-tanda akan menikah. Well� itu masalah lain, dan tak perlu dibahas. Ada konflik internal yang membuat aku terpaksa berpacaran sampai 3 tahun lebih (tahun ini tahun keempat).
Maaf jadi curhat. Seharusnya aku bahas tentang Ibu X. bukan tentang waktu tidur, dan perjaka tua.
Kembali lagi tentang Ibu X. Ini pengalaman pribadi. Tadi pagi (aku ngetik tulisan ini maghrib), aku yang terkena flu berat terpaksa tidak dapat menjalankan ibadah �kerja�. Iseng-iseng ngabisin waktu luang nunggu Jamsostek buka (buat cari tiket gratis gak masuk kerja tanpa potongan bayaran) dengan wira-wiri di dunia maya. Browsing dari dalam kamar mencari �. Samsung galaxy s3 mini. Cuman liat harga� gak niat beli. Tapi ternyata jadi niat beli setelah lihat harga salah satu penjual di tokobagus yang miring. 1.650.000. Padahal waktu tulisan ini ditulis, harga masih berkisar antara 2-2,3 juta. Apalagi ada embel-embel BU yang artinya �Butuh Uang�.
Aku klik judulnya, muncul penampakan gambarnya�. Baca deskripsi hati-hati�
-Kartu garansi hilang
-Lengkap full set
-Ada retakan di casing belakang
Keterangan ke tiga yang membuat harga tersebut menjadi wajar, karna aku sempat tahu kalau sparepart casing belakang s3 mini ori dari Samsung seharga 200rb-an lebih. Jadi total 1.650 (hape) + 250 (casing) = 1950, sebuah harga yang murah tapi wajar untuk hape sekelas itu.
Aku telpon orangnya.
Direject
Telpon orangnya
Direject lagi
Nyerah, tapi melek lihat sms masuk.
�Saya masih sekolah gan�.
Setelah penjelasan singkat, aku setuju ngecek barang jam 12 siang di sebuah wilayah perumahan elit daerah Sidoarjo. Udah lupa kalau flu, pinjem duit temen bentar, stater sepeda butut merek prima, aku ngacir langsung ke TKP (orang-orang yang jual beli online selalu menyebut tempat ketemuan dengan TKP).
Ketilang sebentar di daerah pabrik paku daerah bungur gara-gara spion gak orisinil (what the �. Selama ini gak pernah ada masalah sama spion), salam tempelku ditolak dengan sadis, hati jadi galau, sidang?? Ojok sampek!, garuk-garuk kepala sebentar, ada tangan awe-awe di deket meja tengadah. Ow� aku paham ternyata kalau salam tempel kudu lebih tertutup� he he he� terima kasih pak, jasamu akan ku kenang selalu, kataku dalam hati terharu melihat tangan itu ngasih SIM dan STNK balik.
Mereka orang baik, aku orang jahatnya. Toh tugas mereka nilang dan sudah menjadi tugasku ditilang, dan aku menolak dan malah nyuapin suami orang�
Next. Shock juga baru tahu kalau spionku gak standar, aku lanjutkan perjalanan, dan sampai ke TKP.
Yang buka pintu bapaknya, anaknya masih sekolah dan barang dititipkan anaknya, aku dipersilahkan duduk dengan sopan, barang dikeluarkan dan anehnya instingku tidak menangkap adanya kilau cahaya dari boxnya. Ini barang replika, batinku.
Berharap instingku salah, soalnya harga murah, aku cek barang. Dibolak-balik� gak tau apanya yang mau dicek, sampai akhirnya aku nyalakan.
Aku cek di menu tentang telepon. Bener kok.
Cek IMEI, *#06#.. dicocokin ke dusnya. Sip kosong. Lho, IMEI di dus tidak tertempel pada tempatnya. Bolak-balik dicek tetep gak ada. Aku nangis dalam hati� beneran replika.
Masih tak percaya, aku cek di telepon *#0*#. Menu standar Samsung untuk ngecek fungsi dasar telepon. Tapi menu itu tak kunjung tiba meskipun beberapa kali aku masukkan kombinasinya (Barangkali aku salah pencet)
*#0#* gak keluar
*#00#* gak kluar
*#*#0#*#* AYO KLUAR!!!!

Gak ah, dihapeku yang masih kubawa bisa kok pake *#0*#.
Aku sadar, keinginanku untuk membuat hape replika yang kupegang menjadi asli sangat tinggi dan sia-sia. Aku berhenti ngecek menu test Samsung dan beralih ke bodi. Kali ini aku sudah lepas keinginan untuk memiliki tapi berganti menjadi keinginan untuk memahami barang replika itu seperti apa sih.
Barang kuputar-putar 360 derajat, dan perhatianku tertuju ke retakan casing belakang yang sesuai dengan iklan
�Masnya yang nelpon semalem ya?� tanyanya basa-basi membuatku sadar kalau bapak yang tadi ngasih barang telah berubah wujud menjadi ibu-ibu di sampingku.
�Bukan bu, baru tadi pagi saya janjian��. Kataku sambil mengamati penampilannya, ibu yang kalem.
Sambil ngobrol basa-basi, aku lanjutkan pengenalanku akan barang replika. Baterai hamil satu bulan (mlembung dikit), dengan tulisan made in china and assembled in china. Setahuku emang produksi masal barang-barang elektronik yang masuk ke Indonesia berasal dari Cina, Vietnam dan Thailand meskipun menerapkan standar dari pabrikan masing-masing.
Yang membuatku tertarik adalah merk yang tertulis di body dalam hape yang tadinya tertutup baterai.
Sansong.
�Kenapa mas?� Tanya si ibu yang nungguin.
Tak sadar aku tertawa lirih dan terdengar olehnya.
Masih mengamati tulisan kecil-kecil itu, aku �nyeplos� bilang, �Ini bukan barang asli bu��.
Astaga� aku tertegun sejenak. Kok berani-beraninya aku nyacat barang dagangan orang di depan yang jual!! Aib yang harus kutanggung sampai akhir hayatku sebagai petualang cinta!!! (gak nyambung gak papa kan? Soalnya lidahku udah kepleset).
�Gak asli gimana mas? La itu belinya sama Omnya�.
Terpaksa aku memberi penjelasan.
�Ini barang replika bu, Imei tidak tembus.. dan blablablabla��, kujelaskan apa yang aku pelajari dari tadi megang barang dagangan ini.
�Lho iya ta mas? Anakku kebujuk brati?�.
�Maaf lo bu, bukan saya mau jatuhkan harga, tapi kalau replika seperti ini, harganya masih di bawah 1 juta�.
Bapak yang tadi menyilahkanku masuk rupanya di dalam rumah dengar pembicaraan kami. �Kalau gitu saya pesan satu mas!!�. Emosinya meledak.
Gawat, aku terlalu sok pintar, jadi gak enak proses jual beli.
�Wah mas� kalau nawar jangan kebacut.!!!� Kata si ibu. �Itu belinya masih harga tiga juta dulu, kalau sekarang masih sekitar 2.5 an��
�Iya bu, sekali lagi maaf, ini memang bukan barang asli� jadi� maaf lo bu, saya gak jadi beli�. Aku buru-buru membereskan barang yang tadi sudah ku bolak-balik masuk ke dalam kotaknya.
�Masa anak saya beli barang palsu?� Katanya dengan nada agak naik.
Aku sadar diri dan segera pamit.
�Bener bu, maaf saya sarankan iklannya ditarik, biar gak ada yang salah tanggep nanti bu�.
Sudah mendelik, si ibu nganter aku ke gerbang sambil nggremeng�
Bisa apa aku? Aku cuman bisa stater sepeda dan kabur.

Di perjalanan pulang aku flashback kejadianku sejak berangkat tadi. Begitu banyak kepalsuan hari ini.
Sakit flu ku, benarkah aku terlalu lemah untuk bekerja atau aku terlalu malas untuk bangun? Nyatanya, saat ini aku sudah di ujung lain kota.
Tilang, banyak persepsi yang bilang bapak berseragam yang �cari-cari�. Faktanya… bukankah aku yang berinisiatif untuk menempelkan sesuatu di tangan mereka? Agar tak perlu jauh-jauh ke pengadilan, meskipun banyak yang bilang sengaja dibuat berbelit agar keluar duit. Aku belum pernah sampai sidang lalu lintas, jadi belum tahu seberbelit apa.
Entah penipu yang terlalu pintar atau kita yang terlalu bodoh, penipuan barang elektronik palsu sudah marak, tapi informasi yang berkembang tentang kewaspaadaannya malah seperti tidak ada, sebuah acara TV malah mengikis kepercayaan masyarakat akan tempe, tahu, terasi dan beberapa makanan tradisional lain dengan kasus zat pewarna dan borax. Sedangkan informasi keaslian barang impor sulit didapat.
Kemarahan si ibu untuk menutupi malu, aku rasa reflek manusia, andaikan aku berada di posisinya, tidak tahu dan kaget, antara rasa malu dan emosi, bisakah aku tidak ngangkat kursi trus nglempar yang bilang aku tertipu?
Hewh�. Hujan mengiringi kepulanganku ke kost, menghapus sejenak niatku untuk beli spion standar.
Welcome back kost ku tercinta. Aku pengen tidur.

Written by upilachyne

23/07/2014 at 11:26 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Terima Kasih

leave a comment »


Aku sempat posting sebelumnya. Ima adalah seseorang yang mengubah arah hidupku. Gak disangkal,  

Dia cewekku. Lebih tepatnya saat ini mantan cewekku. 

Sebenarnya predikat mantan bukan hal yang bisa dianggap baik, apalagi mantan cewek. Tapi mungkin memang jalan hidup yang memisahkan kami bisa dibilang terlalu lebar. Usahaku mempertahankan hubungan selama 3 Tahun lebih (hampir empat tahun september depan), harus kandas. Aku gak menyalahkan orang tua, aku gak menyalahkan perbedaan, karna aku dan dia coba untuk terus perjuangkan. Termasuk salah satu diantaranya, aku melepaskan apa yang menjadi hak ku (sori gak bisa cerita). 

Banyak yang terjadi selama tiga tahun lebih hubungan yang aku jalani. Suka… pasti!, duka … gak terlewat lah… semua berjalan seperti sekejap.

Wuzz…..

Tanpa terasa sudah tiga tahun lebih terlewati, dengan keseharian yang selalu bersama. Berangkat kerja sama-sama, pulang kerja sama-sama. Makan satu hidangan yang sama, Cuman mandi sama tidur aja yang gak sama-sama (:-P). Aku gak muluk-muluk, cuman ingin bahagia, dan aku anggap kebersamaan ini adalah kebahagiaan. Tapi,.. ternyata kebahagiaan yang aku (dan dia) alami akhirnya harus dihadapkan dengan kenyataan pahit.

Kami harus berpisah.

Aku gak perlu cerita bagaimana aku sampai gulung-gulung sambil nelan kenyataan, atau tentang rasa bersalah yang tergurat jelas di matanya saat kata “maaf” harus berubah menjadi “sori” agar lebih terkesan santai. Tapi yang aku ceritakan bagaimana bangganya aku, aku sudah sekuat tenaga melestarikan cagar budaya “kami”, sesuatu yang aku sendiri sampai sekarang (saat tulisan ini tertuang) yakini. Inilah “cinta”. Keabstrak-kan maknanya sudah mulai mewujudkan diri, serupa “pengorbanan”. All out, semuanya. untuk lebih dari sekedar bersama.

Tidak ada yang salah dalam hal ini, (mantan) pasanganku sudah memilih jalan hidupnya, aku yang mau tak mau harus memilih jalan hidupku. Menatanya ulang, menghabiskan waktu berhari-hari untuk membalikkan kata “Cinta” untuk tidak menjadi “Benci”, tapi tetap utuh menjadi “Cinta”. Bukan cinta yang sama, tapi cinta yang rela kehilangan demi kebahagiaan. Aku gak munafik, aku tidak rela “BANGET!”. Tapi semesta kayaknya kompak memisahkan kami.

Sejak awal hubungan sudah ada komitmen yang mendalam. hanya ada satu hati, gak berpaling, ngelirik, atau bahkan BELOK, dan sialnya komitmen itu terjaga. “Move On” kata para cerdas-wan, dan aku terlalu bodoh untuk memahaminya. Bukankah move on berarti terus bergerak melanjutkan hidup? bukankah move on berarti harus terus mempertahankan hajat idup orang banyak, semua yang ada di sekitar, teman, keluarga, saudara? dalam artian aku harus tampil bahagia agar mereka juga “bergerak” dan tidak terpusat pada ke “malang” anku? Jadi saat ini, aku terus berusaha bangkit, bukan berjuang melawan penjajah, tapi melawan diriku. Untuk tidak terpaku pada satu titik yang sudah terlewati. Aku belum lelah untuk itu, tapi butuh alasan lebih untuk terus bergerak.

Aku tegaskan, kesalahan bukan perpisahan yang terjadi sekarang, tapi kesalahan itu terjadi selama 3 Tahun lebih secara kontinyu. Ketulusan sayang cewekku, ketabahanku sendiri waktu menghadapi perbedaan yang mencuat naik turun… itu semua “SALAH”. DarI awal aku sudah seperti memaksanya untuk trus mempertahankan hubungan, sesuatu yang ironisnya membuat hubungannya dengan pihak keluarga renggang. Bukan. Bukan cuma dia, tapi aku dan keluargaku juga. Dan kali ini adalah “BENAR”, bahwa cinta tak harus memiliki, bahwa masa depan dia bukan di tanganku, tapi di tangan dia sendiri, bahwa aku, masih panjang kisah lajangku. 

Jam 01.04

Bingung merancang kata-kata agar tulisan ini tidak melukai satu “hati” pun. Termasuk pembaca yang pernah meninggalkan kekasih mereka.

Jam 01.07

Besok aku harus bangun pagi. Kerjaan sudah antri… bukan besok. tapi nanti.

jam 01.08

Baca ulang tulisan, kok isinya galau aja? HAJAR DAH!!! PUBLISH!!!

Written by upilachyne

25/06/2014 at 6:14 pm

Ditulis dalam Uncategorized

LANJOOOT

leave a comment »


‘Impian dan harapan pasti ada, tapi semua tidak akan terwujud jika tidak disertai dengan usaha, banyak orang bilang apa yang kita jalani itu dah takdir dari Tuhan, tapi impossible bgt jika itu tnpa usaha’.

Setidaknya itu salah satu quotes favorit jeng ima (seseorang yang berani mengubah arah hidupku ‘dengan paksa’). sebetulnya bisa dikatakan kalau ‘anak kecil aja tau!!’, tapi toh, masih banyak yang sudat mendoktrin dirinya dengan ‘takdir’ yang menurutnya sudah melekat dan mendarah daging.
Kalo ditanya, bagaimana denganmu sep? apa u jg percaya ma takdir?
‘gak’.
Aku selalu menanamkan pada diriku sendiri, apa yang aku dapat begitu aku lahir, adalah sebuah fitur, sesuatu yang sampai sekarang masih aku pelajari fungsinya.
Lalu saat aku menemukannya,  muncul pertanyaan baru, adakah fitur lain?
ternyata banyak!!
bener apa yang dikatakan pepatah lama, ‘jangan pernah berhenti belajar. karna saat u berhenti, u berarti sudah MATI’

Dikirim lewat angin..

Written by upilachyne

17/04/2012 at 12:25 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Galaxy Miniku

leave a comment »


Ada suatu ketika saat dimana aku meminta dan aku malah terkejut saat mendapatkannya. Inget kejadian yang aku alami waktu aku minta kerja gak pake AC dan di depan kompi? Dan ternyata dituruti sama Tuhan?. Kejadian ini berulang. Tapi kali ini aku gak minta sama Tuhan. Aku minta sama temenku dewe (jadi bukan doa, nih becanda yang dianggep serius..). Beberapa bulan lalu, aku nganter temen beli BB (“Bau Badan” entah kenapa sejak awal kemunculannya di Indonesia, aku merasa tidak suka dengan BB, mungkin karena over expose, cenderung menembak pasar High End yang notabene orang berduit dan identik dengan hedonism). Waktu pulang, aku ditanya sama dia “Sep, gak pingin beli BB pisan ta?”

Aku yang emang sama sekali gak minat langsung jawab “Males, gak ada menariknya …”

“Bagus lo, ntar BBM-an sama aku kan enak, irit pulsa”.  Dia pamee…r…😛

Namanya juga sudah kenal akrab, gak sungkan aku ngomong. “Gak ah… Kalo ngejar irit pulsa ngapain pake B B… Boros pulsa iya…, Lha wong Tarif SMS sama langganan BB udah lebih murah langganan SMS… (Pake TRI!! 10.000 SMS tiap hari!!! Kalo bisa ngabisin tak ancungi Jempol deh…!! dua!!”Image)

“Ow…”, jawaban simpel meluncur dari mulutnya.
“mini ae. . .” aq nyelutuk.
“mini? apa tu?”
“galaxy mini…. mosok g tau?”
“PS?..”
Wadow!! kok disangka PS?
“hape… samsung keluaran lama… ”
“ow … opo asike?”
“pingin ae…”. Suer, aq dewe sebetulnya wakťu itu gak tau apa-apa tentang android.
“Yo sok ae nek ada job..” dia bergumam.
“mau beliin ta?” tanyaku
“Asal ada job..”
“Pengalaman yang kemarin job dari u kan gak cair to?..”
“cair. . sek ta..”
“ya gini ae wes, nek mau beliin yo sukur, nek gak yo jok nawari…”
Tuntutan sekaligus tantangan buat dia. Sebuah pembicaraan yang berminggu-minggu kemudian jadi topik yg terlupakan.

Lalu beberapa bulan kemudian. . dateng sms:
‘sep, piye ki onok job, galaxy yo?’

aku balas:
‘ada uang ada barang. ‘

aq gak nulis rinci job apa, fee ku berapa, sukses pa enggak.. yang mesti ‘show must go on!!’.
Aku dapet ni hape yang sekarang aku pake buat blogging.

‘jadul’ kata sebagian orang

‘hape lemot’ kata yg satunya

‘wow!!, internetnya cepet, gratis lagi.. !’ kata orang yg sok ngerti.
‘Gratis pala lo peyang’ kataku….

Current known problem is…
duit buat beli pulsa. [aku emang jual pulsa… tapi yo mosok diabisin dewe…]

ending:
tulisan ni aku tulis dengan tujuan pamer semata. sekalian pengumuman: aku bisa posting lewat hape, dan ini menyenangkan.

Written by upilachyne

06/04/2012 at 11:26 am

Ditulis dalam Uncategorized

Ketik REG yang BERMASALAH

leave a comment »


Tentu anda nonton iklan di TV yang isinya cewek cantik ngrayu nyuruh tekan *123*apalah# yang bilang anda akan menang hadiah puluhan juta atau hape, motor dan apalah… atau nyuruh “ketik REG<spasi>HAPE (atau apalah… banyak macemnya)”

Anda iseng mencobanya, dan kemudian … “bim salabim… abra kadabra, prok! Prok! Prok!”

PULSA BERKURANG SETIAP SMS DATANG!!!

MAMPUS GUA!!! PULSA MASIH NGUTANG, MELAYANG BEGITU AJA…

Ck ck ck … cari duit susah, hilang duit gampang. Merasa tertipu, tapi mau sama teman malu… “gimana ya ngatasinya?”.

Cara yang paling mudah untuk menghentikannya adalah dengan langsung mengadu ke nomor layanan service provider kita. Catat nomor yang mengirimkan SMS PENGURAS HARTA tersebut dan hubungi call center kartu kita. Bilang

“MBAK/MAS, nih ada SMS iseng yang luaper ama pulsa, tolong dihentikan ya…”

Si mbak/mas pasti Tanya .. “bisa tahu nomor yang mengirimkannya mas?”

Kasih aja nomor pengirim SMS MATA DUITAN itu…

nih beberapa call center kartu

1. INDOSAT

Call Center : Mentari : 222

Call Center : IM3 : 300 (free) / 100 (400/call)

Call Center : Star One : 111

2. Telkomsel

Call Center Halo : 111

Call Center Simpati dan AS : 116

3. XL

Call Center : Bebas : 817 (350/call)

Call Center : Jempol : 817 (350/call)

Call Center : Xplor : 817 (free)

4. Axis

Call Center : 838

5. Flexi

Call Center : 147

Cek Pulsa : 999#

6. Fren

Call Center : 888

7. Esia

Call Center : *999

8. Three

Call Center : 123

9. Smart

Call Center : 882, 881

TAPI….!!! Ada tapinya nih… dalam beberapa kasus yang pernah dialami teman-teman seperjuangan (para korban SMS PENAMBAH HUTANG), yang mendapat sms berupa link game atau ringtone, tanpa nomor pengirim…

MATI GAK LOE… mau ketik unreg bingung, dikirim ke mana, mau laporan ke call center waktu ditanya dari nomor berapa, kita gak bisa jawab.

Penulis pernah mendapati kasus ini. Kartu yang digunakan adalah IM3. waktu ngadu ke call center, si call center bilang gini…

“Maaf, kalau mau menghentikan, bapak harus tau nomor pengirimnya…, kalau tidak ada nomor pengirim SMS tersebut, kami tidak bisa menghentikannya…”

Aku njawab “waduh mbak, bukannya tidak ingat atau tidak tau, tapi ini bener-bener TIDAK ADA!!!, coba di cek mbak, biasanya kan ada daftar SMS yang dikirim ke saya mbak, kira-kira waktunya semalam jam 11-12 an”

Jawabnya anget-anget njengkelin “Maaf pak, system kami sedang maintenance, kami tidak bisa melacaknya”

“kira-kira kapan ya mbak bisa diselesaikan, soalnya saya gak pernah merasa daftar …”

“kira-kira 56 hari lagi pak”

BUSYET, kehilangan pulsa selama 56 hari lagi!!!

Langsung saja penulis marah-marah via telepon dengan bahasa hewan  yang sulit diterjemahkan untuk ditulis di sini, tapi intinya ya maki-maki.

Bayangkan, daftar aja nggak, kehilangan pulsa udah ikhlas, cuman mau menghentikan ae nunggu 56 hari lagi!! Susahnya jadi orang miskin.

Dari beberapa searching di mbah google yang dilakukan, ternyata memang sudah banyak kasus yang menimpa kalangan pemilik kartu bermerek IM* yang mengeluh karena ada layanan yang menguras HARTA mereka. Sebuah kasus yang pelik, dengan mendapat keuntungan seribu dua ribu, provider rela mengecewakan pelanggan mereka.

ini ada beberapa link yang memuat berita tentang kasus seperti yang saya alami.

http://tekno.kompas.com/read/2011/10/04/12421352/Massa.Datangi.Kantor.Operator.Telepon

gak usah di klik, sudah saya copas di bawah ni…

================================

JAKARTA, KOMPAS.com- Sejumlah orang melakukan aksi yang tergabung dalam Lingkar Studi Mahasiswa Jakarta menggelar unjukrasa di depan Kantor Pusat XL di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2011). Aksi tersebut untuk menggugat kasus-kasus pencurian pulsa telepon genggam.

Dalam aksi yang diikuti oleh puluhan warga itu mereka juga membakar kartu perdana operator XL. Aksi serupa juga akan dilakukan di Kantor Telkomsel, Kantor Indosat, dan Menkominfo.

Dalam salah satu orasi, pencurian pulsa ditenggarai dilakukan dengan penawaran SMS layanan konten empat digit. Setiap kali mendapat SMS tersebut maka pulsa pelanggan berkurang rata-rata Rp 2.000.

Aksi yang merupakan tindak lanjut pengumpulan keluhan warga tersebut untuk menekan pemerintah agar bersikap tegas dalam kasus-kasus seperti itu. Keluhan warga itu sendiri akan terus dikumpulkan untuk mensomasi operator telepon yang merugikan konsumennya. Hingga saat ini telah terkumpul sekitar 400 keluhan dari konsumen.

 ==============================

Singkat kata, penulis menulis esay ini sebagai partisipasi bagi pembaca yang pernah kehilangan pulsa gara-gara SMS LAKNAT, tersebut. Karna hak konsumen untuk mengetahui apa yang mereka beli.

update 14 nov 2011

Beberapa waktu yang lalu, pihak pemerintah menanggapi serius permasalahan ini, so… sebagai tindakan pertama, semua operator menghentikan semua sms premium yang ada, jadi pelanggan baik yang sengaja langganan maupun nggak tidak menerima sms premium ini sama sekali. Sebuah langkah yang patut diacungi jempol dari pihak MENKOMINFO. sumber sama tepatnya aku lupa, tapi ntar kalo aku searh ketemu, aku kasih dah…

thanks for read

Written by upilachyne

06/10/2011 at 11:48 pm

Ditulis dalam Uncategorized