Upilachyne's Blog

Blog Kalang Kabut

Terima Kasih

leave a comment »


Aku sempat posting sebelumnya. Ima adalah seseorang yang mengubah arah hidupku. Gak disangkal,  

Dia cewekku. Lebih tepatnya saat ini mantan cewekku. 

Sebenarnya predikat mantan bukan hal yang bisa dianggap baik, apalagi mantan cewek. Tapi mungkin memang jalan hidup yang memisahkan kami bisa dibilang terlalu lebar. Usahaku mempertahankan hubungan selama 3 Tahun lebih (hampir empat tahun september depan), harus kandas. Aku gak menyalahkan orang tua, aku gak menyalahkan perbedaan, karna aku dan dia coba untuk terus perjuangkan. Termasuk salah satu diantaranya, aku melepaskan apa yang menjadi hak ku (sori gak bisa cerita). 

Banyak yang terjadi selama tiga tahun lebih hubungan yang aku jalani. Suka… pasti!, duka … gak terlewat lah… semua berjalan seperti sekejap.

Wuzz…..

Tanpa terasa sudah tiga tahun lebih terlewati, dengan keseharian yang selalu bersama. Berangkat kerja sama-sama, pulang kerja sama-sama. Makan satu hidangan yang sama, Cuman mandi sama tidur aja yang gak sama-sama (:-P). Aku gak muluk-muluk, cuman ingin bahagia, dan aku anggap kebersamaan ini adalah kebahagiaan. Tapi,.. ternyata kebahagiaan yang aku (dan dia) alami akhirnya harus dihadapkan dengan kenyataan pahit.

Kami harus berpisah.

Aku gak perlu cerita bagaimana aku sampai gulung-gulung sambil nelan kenyataan, atau tentang rasa bersalah yang tergurat jelas di matanya saat kata “maaf” harus berubah menjadi “sori” agar lebih terkesan santai. Tapi yang aku ceritakan bagaimana bangganya aku, aku sudah sekuat tenaga melestarikan cagar budaya “kami”, sesuatu yang aku sendiri sampai sekarang (saat tulisan ini tertuang) yakini. Inilah “cinta”. Keabstrak-kan maknanya sudah mulai mewujudkan diri, serupa “pengorbanan”. All out, semuanya. untuk lebih dari sekedar bersama.

Tidak ada yang salah dalam hal ini, (mantan) pasanganku sudah memilih jalan hidupnya, aku yang mau tak mau harus memilih jalan hidupku. Menatanya ulang, menghabiskan waktu berhari-hari untuk membalikkan kata “Cinta” untuk tidak menjadi “Benci”, tapi tetap utuh menjadi “Cinta”. Bukan cinta yang sama, tapi cinta yang rela kehilangan demi kebahagiaan. Aku gak munafik, aku tidak rela “BANGET!”. Tapi semesta kayaknya kompak memisahkan kami.

Sejak awal hubungan sudah ada komitmen yang mendalam. hanya ada satu hati, gak berpaling, ngelirik, atau bahkan BELOK, dan sialnya komitmen itu terjaga. “Move On” kata para cerdas-wan, dan aku terlalu bodoh untuk memahaminya. Bukankah move on berarti terus bergerak melanjutkan hidup? bukankah move on berarti harus terus mempertahankan hajat idup orang banyak, semua yang ada di sekitar, teman, keluarga, saudara? dalam artian aku harus tampil bahagia agar mereka juga “bergerak” dan tidak terpusat pada ke “malang” anku? Jadi saat ini, aku terus berusaha bangkit, bukan berjuang melawan penjajah, tapi melawan diriku. Untuk tidak terpaku pada satu titik yang sudah terlewati. Aku belum lelah untuk itu, tapi butuh alasan lebih untuk terus bergerak.

Aku tegaskan, kesalahan bukan perpisahan yang terjadi sekarang, tapi kesalahan itu terjadi selama 3 Tahun lebih secara kontinyu. Ketulusan sayang cewekku, ketabahanku sendiri waktu menghadapi perbedaan yang mencuat naik turun… itu semua “SALAH”. DarI awal aku sudah seperti memaksanya untuk trus mempertahankan hubungan, sesuatu yang ironisnya membuat hubungannya dengan pihak keluarga renggang. Bukan. Bukan cuma dia, tapi aku dan keluargaku juga. Dan kali ini adalah “BENAR”, bahwa cinta tak harus memiliki, bahwa masa depan dia bukan di tanganku, tapi di tangan dia sendiri, bahwa aku, masih panjang kisah lajangku. 

Jam 01.04

Bingung merancang kata-kata agar tulisan ini tidak melukai satu “hati” pun. Termasuk pembaca yang pernah meninggalkan kekasih mereka.

Jam 01.07

Besok aku harus bangun pagi. Kerjaan sudah antri… bukan besok. tapi nanti.

jam 01.08

Baca ulang tulisan, kok isinya galau aja? HAJAR DAH!!! PUBLISH!!!

Written by upilachyne

25/06/2014 pada 6:14 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: