Upilachyne's Blog

Blog Kalang Kabut

small trip by accident (part II- Madakaripura)

leave a comment »


Tak banyak yang bisa diceritakan di sini sebetulnya. Rombongan wes kelelahan, Baterai hape yang sekarat… serta muka yang sudah buluk kena debu pasir Bromo.

Matahari hampir setengah jalan menyinari hari saat rombongan tiba di Madakaripura. Rutenya sederhana, hanya jalan beraspal tipis yang  meliuk-liuk di tengah hutan. Sesekali melewati perkampungan yang tersebar di sepanjang jalan menuju tempat wisata.

Begitu masuk tempat wisata. Hal pertama yang aku perhatikan adalah patung besar yang berada di ujung tempat parkir.

Gajahmada

Konon, menurut cerita mereka yang asli penduduk situ, madakaripura adalah tempat pertapaan patih Gajahmada. Tapi sebetulnya tanpa legenda tersebut pun, aku salut akan keindahan tempat ini. Beberapa kali menelusuri tempat wisata yang berlabel “air terjun” menurutku, madakaripura merupakan tempat yang cukup indah. Keramahan para pedagang, tukang parkir, menambah lengkap suasana.

Bromo dan madakaripura merupakan dua lokasi yang betolak belakang di bidang suhunya. Setelah kedinginan menunggu matahari bromo, kepanasan pulang dari kawah, sekarang rombongan dihajar dingin ‘lembab’ area Madakaripura. Mata yang dari pagi melihat warna coklat abu-abu padang pasir kembali segar dengan hijau daun dan gemericik air sungai yang menuntut menuju lokasi wisata.

Yang menarik dari perjalanan ke tempat air terjun dari tempat parkir adalah para pengunjung harus melewati jalan setapak yang “zig-zag” melewati sungai. Dijamin, mereka yang berkunjung pake sepatu mau tak mau terpaksa ‘nyeker’ atau paling tidak membeli sandal jepit dari para penjual yang berada di sekitar lokasi parkir. Cukup menyenangkan, setelah bergulat dengan debu dan panas di bromo, rombongan diguyur percikan air terjun yang lembut turun tertiup angin.

Aku dewe gak ikut berbasah ria. Aku lebih memilih duduk menikmati secangkir kopi di warung yang berjajar di sepanjang jalan setapak. Harganya standar kok, tidak mencekik seperti kebanyakan warung yang berada di lokasi wisata. Cukuplah bergelimang percikan air, tak perlu sampai mandi diguyur.

Perjalanan yang melelahkan. Sekaligus menyenangkan. Alkisah yang jadi tertawaan saat rombongan pulang, ternyata salah satu peserta ada yang (karna capeknya) tertidur sambil nyetir sepeda!!!

Cukup ekstrim untuk ditiru. Jangan coba-coba! gak sampe rumah, sampe kuburan iyo!

Written by upilachyne

18/10/2014 pada 1:18 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: